var id = "9ea8a3dddf37a54895b693b30960aec3ad80a071"; class="archive date no-slider content-r" layout='2'>

Monthly Archives December 2020

Mitos dan Fakta Seputar Batuk Pada Anak-anak


           
Batuk merupakan gangguan kesehatan yang bisa dialami siapa saja termasuk anak-anak. Ada banyak sekali macam batuk yang dialami anak-anak mulai dari yang ringan hingga batuk berdahak. Penanganan yang tepat harus dilakukan agar anak-anak bisa segera sembuh dari batuk yang terkadang bisa menyiksa aktivitas sehari-hari.

beli obat online

            Sebenanyarnya batuk adalah bentuk respon fisiologis dari tubuh yang terjadi dengan mengeluarkan benda asing dari pernafasan. Meskipun tidak tergolong penyakit yang berbahaya, sebagai orang tua tentu merasa cemas saat anaknya mengalami batuk apalagi disertai pilek dan demam. Di tengah masyarakat, seringkali ada mitos-mitos seputar batuk yang faktanya tidak benar. Apa saja mitos seputar batuk tersebut?

Berikut adalah mitos dan fakta dari batuk :

1. Mitos: Apabila anak mengalami batuk maka mereka terkena pneumonia.

Fakta: Sebagai orang tua tentu sangat mengkhawatirkan isu ini. Meskipun memang benar bahwa batuk bisa menjadi gejala dari terjadinya pneumonia (infeksi paru-paru), tetapi bukan berarti semua anak yang mengalami batuk akan mengalami pneumonia. Banyak faktor yang bisa menyebabkan batuk misalnya flu atau alergi yang bisa sembuh sendiri tanpa menggunakan obat-obatan. Bagi bayi yang berusia di bawah 6 bulan, orang tua sebaiknya segera membawanya ke dokter untuk mengetahui bagaimana kondisi yang terjadi apabila terjadi gangguan seperti batuk, pilek ditambah dengan demam.

2. Mitos: Semua anak yang mengalami batuk maka harus minum obat batuk disertai antibiotik.

Fakta: Batuk yang terjadi pada anak-anak adalah respons fisiologis dari tubuh yang normal. Fakta membuktikan bahwa tidak semua anak yang mengalami batuk pilek harus diberi obat batuk dan antibiotik. Anak-anak yang mengalami batuk pilek biasanya disebabkan oleh infeksi virus, sedangkan penggunaan antibiotik ditujukan untuk melawan infeksi bakteri.

3. Mitos: Apabila anak batuk pilek, berikan saja obat batuk pilek yang dijual bebas.

Fakta: Sebanyak lebih dari 70 % dari orang tua salah memberikan dosis obat batuk pada anak. Hal ini tentu akan sangat meresahkan apabila anak-anak yang mengalami batuk pilek harus diberi obat batuk yang dijual di pasaran dengan dosis tanpa petunjuk dokter. Anak-anak tidak harus mendapatkan obat batuk saat mereka batuk bagi semua usia. Misalnya saja, bayi yang masih berusia kurang dari 6 bulan tidak boleh mendapatkan obat batuk pilek yang dikombinasikan. Hal ini dikarenakan obat batuk bisa membuat efek samping yang sangat berbahaya. Berat badan anak juga bisa menjadi penentu dari obat batuk yang seharusnya diberikan. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter sebelum beli obat online yang kini banyak dijual secara bebas.

4. Mitos: Vaksin flu hanya boleh diberikan untuk orang dewasa, anak-anak tidak.

Fakta: Baik anak-anak maupun dewasa bisa mendapatkan vaksin flu. Anak yang berusia lebih dari 6 bulan bisa diberi vaksin flu setiap tahun berdasarkan rekomendasi dari The Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Sedangkan anak-anak yang masih berusia kurang dari 5 tahun masih memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami komplikasi yang disebabkan oleh flu misalnya pneumonia.

5. Mitos: Minum susu akan mengentalkan lendir.

Fakta: Produksi lendir dan susu tidak memiliki hubungan yang signifikan. Sehingga, sebaiknya jangan hentikan pemberian susu pada anak-anak yang sedang batuk dan pilek. Namun, apabila anak-anak mengalami sesak berat maka hindari cairan masuk ke dalam paru-paru karena tersedak.

6. Mitos: Madu bisa diberikan untuk mengatasi batuk pada anak-anak .

Fakta: Batuk memang bisa diatasi dengan pemberian madu. Madu bahkan direkomendasikan untuk mengurangi batuk oleh WHO. Di sisi lain, hanya anak-anak yang sudah berusia di atas 1 tahun yang boleh mendapatkan madu untuk mengatasi batuk yang mereka alami.

Read More